Kerja Unggulan

“Everybody is a genius. But if you judge a fish by its ability to climb a tree, it will live its whole life believing that it is stupid.” — Albert Einstein (via kari-shma-Taufiq Suryo)


Bapak Sejarah Modern

Ada kisah menarik dari ulama besar islam Ibnu Khaldun. Tahukah.bahwa 20 tahun umur emas masa mudanya dihabiskan untuk membekali diri menjadi seorang negarawan di Magrib Arabi. Dan 25 tahun berikutnya ia dedikasikan untuk karir di imperium Islam yang sedang memimpin peradaban saat itu. Namun ada satu masalah besar, ia tidak bisa optimal disana. Sampai pada satu titik ia sadari inti potensi dirinya, bahwa ia adalah pemikir bukan praktisi. Ia adalah ilmuan bukan negarawan. Sehingga 24 tahun terakhir hidupnya ia kuras di Cairo, menjadi hakim, guru juga penulis. 

Tapi tahukah kita, peralihan kerja itu bukan kelemahan, apalagi aib. Justru setelah peralihan itulah ia menelurkan masterpiecenya. Detail pengalamannya untuk memahami fenomena negara dan peradaban memberinya perangkat analisis. Ia termukan inti kompetensinya dibidang filsafat sejarah hingga dari sanalah ia merancang visi besarnya sehingga lahirlah karya abadi yang dijunjung bidang humaniora timur dan barat, Muqaddimah Ibnu Khaldun, yang menjadi buku rujukan untuk sosiologi modern, yang menjadi cahaya baru pustaka umat dalam memahami fenomena peradaban. Ia kenali dirinya kemudian ia tentukan puncak karya hidupnya untuk kemuliaan islam. 

Bagi sebagian pemuda muslim, menemukan kerja unggulan tidak pernah mudah, namun sungguh ia adalah proses yang niscaya. Karena tidak ada orang yang mampu menjadi super dalam semua bidang. Pemuda menjadi rising star bukan dalam segala hal, tetapi dalam kompetensi inti dirinya. Inilah mungkin yang membuat khalifah Umar bin Abdul Aziz pernah berkata “Allah merahmati orang yang mengetahui kadar kemampuan dirinya”.

Namun sungguh ada jebakan tipis antara menseleksi kerja unggulan dengan mendiskon visi karena malas dan kerendahan dirinya. Ketika seorang pemuda memilih kerja unggulan hidupnya atas renungan diri, bukan karena kecenderungan jiwa memilih tugas-tugas ringan. 

Lihatlah sejarah membuktikan bahwa orang-orang hebat tidak lahir dari kemalasan dan kepengecutan. Zaid bin Tsabit muda tidak menjadi penerjemah Rasulullah bukan karena ia pengecut dan tidak suka berperang, tetapi lihatlah kecerdasan linguistiknya terunggul dari seluruh sahabat yang ada. Khalid bin Walid tidak menjadi imam atau guru tetapi menceburkan dirinya dalam jihad perang sepanjang hidupnya karena strategi perangnya lebih dahsyat dibanding hafalan Qurannya. Pemilihan kerja-kerja unggulan mereka karena kesadaran, bukan karena kemalasan dan memilih tugas-tugas ringan.

Dalam memilih kerja unggulan berdasarkan kesadaran memang tidak pernah mudah. Untuk itu diperlukan renungan-renungan yang jernih dari seorang pemuda muslim. Perenungan terbaik dilakukan dalam momen-momen terbaik. 

Setidaknya ada tiga ciri untuk menseleksi rencana kerja unggulan. Pertama, yaitu adanya perasaan kesenangan natural saat menjalani. Kedua, adanya pengusaan yang cepat dalam bidang tersebut. Ketiga adanya keyakinan untuk pengembangan lebih lanjut dalam bidang tersebut. Namun diatas segalanya, selalu mintalah petunjuk Allah agar ditunjukkan amal-amal unggulan terbaik !!

Piramida kesadaran akan kerja unggulan itu, tidak dibangun dalam sekejab. Lihatlah Ibnu Khaldun bahkan membutuhkan 45

tahun untuk menemukannya. Namun sekalinya seorang pemuda selesai berada dipuncaknya dan memutuskan : Inilah rencana kerja unggulan saya dalam hidup, maka disanalah jejak kepahlawanan bermula. Dari kerja unggulan itu akan timbul konsep pendidikan, karir profesional, jaringan sosial, bahkan detail kehidupan dan keluarganya. Dari kesadaran itu pada akhirnya umat menunggu pemuda-pemuda baru, zaid-zaid baru, khalid-khalid baru, yang naik ke arena peradaban, bukan sebagai penontonnya tetapi pesertanya.

Lalu apa kerja unggulanmu ?



sumber: taufiqsuryo.tumblr.com/

Published with Blogger-droid v2.0.4
Share this article :
 
 
Support : Shariapedia | Pets | Portofinance | Gadgetflood | Travelnations
Copyright © 2013. Seniman Hidup - All Rights Reserved
Shop Angklung Store | Batik Store
Proudly powered by Blogger